Rabu, 04 Desember 2019

Ada Akad Kredit dalam KPR, Apakah Penting?


Dalam setiap pengajuan kredit, bukan hanya KPR saja, sebenarnya ada yang namanya akad kredit. Bila ditanya apakah akad kredit dalam wujudkan rumah imajinasimu ini penting atau tidak, jawabnya tentu saja penting. Sebab, inilah pokok dari proses pengajuan KPR Anda. Apa saja isi akad kredit KPR ini sehingga ia jadi sangat penting?

Ada Akad Kredit dalam KPR, Apakah Penting

Apa Isinya?
Bagi yang belum tahu apa sebenarnya isi dari akad kredit KPR ini, sebenarnya ini berisikan semua perjanjian dari kredit KPR yang dilakukan. Anda harus hati-hati dan memahami dengan benar semua pasal yang ada di dalam akad kredit ini dan jangan asal tanda tangan saja karena Anda sendiri yang bisa rugi ke depannya.

Anda harus tahu, setiap tanda tangan yang dibubuhkan di dalam dokumen akad kredit ini memiliki konsekuensi yang harus ditanggung. Apalagi seringkali notaris tidak menjelaskan dengan rinci setiap pasal dalam akad perjanjian ini karena mungkin ia merasa bahwa setiap pihak sudah membawanya dengan benar. Lalu, apa yang sebaiknya Anda perhatikan?

Hal yang Harus Anda Perhatikan dalam Akad Kredit

1. Besaran Bunga yang Diberikan
Salah satu hal yang membuat KPR ini seringkali terasa berat adalah bunga yang diberikan. Secara umum, ada tiga jenis bunga yang dikenakan dalam KPR. Ada bunga efektif, bunga tetap dan bunga anuitas. Namun, biasanya bank mengenakan campuran antara bunga tetap dan bunga anuitas dalam KPR ini.

Bacalah dengan teliti mengenai bunga ini. Misal berapa besaran suku bunga yang ditetapkan, perhitungan bunga yang diberikan dan masih banyak lagi. Jangan segan untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas. Ingat, besaran bunga ini adalah salah satu hal yang sering membuat KPR gagal bayar. Nah, kalau salah artikan besaran bunga, bisa-bisa Anda juga gagal bayar!

2. Besaran Angsuran dan Lamanya Mengangsur
Salah satu isi dari akad kredit KPR ini adalah menunjukkan berapa besaran angsuran dan lamanya Anda mengangsur. Biasanya, bank akan menjelaskan secara rinci berapa nilai kredit KPR yang Anda dapatkan. Selain itu, mereka juga akan memberitahu berapa besaran cicilan yang harus Anda bayarkan setiap bulannya.

Namun terkadang, bank juga akan menjelaskan margin keuntungan yang akan mereka peroleh dari kredit tersebut. Tujuannya adalah agar Anda sebagai debitur tidak kecewa di belakang atau merasa dirugikan karena pembiayaan kredit tersebut. Nah, semuanya tertera dengan jelas dalam akad kredit.

3. Denda Keterlambatan
Hal lain yang jadi isi dari akad kredit KPR ini adalah denda keterlambatan. Anda juga harus memperhatikan kapan deadline dari pembayaran setiap bulan yang dikenakan pada Anda. Selain itu, perhatikan juga, apabila Anda terlambat dalam membayar, apa hukuman yang akan Anda terima.

Perhatikan juga apakah ada toleransi sampai batas waktu tertentu keterlambatan atau akan langsung dikenakan denda. Semua ini harus Anda perhatikan dengan detail. Nah, jika ada denda yang diberikan karena Anda terlambat membayar, maka tanyakanlah berapa besaran denda tersebut dan apakah terus berjalan selama Anda belum membayar cicilan.

4. Pembayaran Ekstra
Pembayaran ekstra adalah salah satu momok yang kurang disukai oleh debitur. Sebab, adanya pembayaran ekstra ini membuat pihak debitur harus mengeluarkan dana lebih besar untuk KPR kredit rumah mudah ini. Tapi, cobalah lihat, apakah Anda akan dikenakan biaya ekstra untuk hal-hal tertentu seperti biaya administrasi atau tidak.

Selain itu, Anda juga bisa menanyakan soal pembayaran ekstra yang bisa Anda lakukan dalam cicilan KPR. Maksudnya, apakah Anda bisa membayar dua hingga beberapa bulan cicilan dalam satu waktu sekaligus. Jika bisa, cobalah tanyakan apa saja keuntungan yang akan Anda dapatkan.

Biasanya, pembayaran ekstra seperti ini ada batas maksimal yang dikenakan pada Anda. Nah, coba lihat ada berapa batas maksimalnya. Lihat juga berapa minimal besaran angsuran yang diberikan pihak bank dan apakah itu bisa mengurangi utang pokok atau tidak.

5. Pelunasan Kredit
Hal lain yang harus Anda perhatikan dalam akad kredit tersebut adalah pelunasan kreditnya. Lihat, apakah di dalam perjanjian tersebut disebutkan kapan Anda boleh melunasi kredit Anda. Apakah Anda bisa melunasi kredit di tengah jalan. Kalau bisa, apakah Anda akan dikenakan sanksi karena Anda tidak sesuai dengan perjanjian.

Anda juga bisa coba bertanya apakah Anda bisa melunasi utang pokok lebih dulu atau harus membayar bersama dengan bunga. Semua ini harus ditanyakan dengan baik agar tidak menimbulkan perasaan jengkel dan kecewa ke depannya.

Itulah alasan mengapa akad kredit dalam KPR itu sangatlah penting. Bisa dibilang, ini adalah perjanjian dalam mewujudkan desain rumah yg bikin relax sesuai imajinasi Anda. Namun, bila Anda merasa persyaratan yang diberikan dalam akad KPR ini memberatkan dan terdengar tidak konsisten dari kesepakatan awal, Anda berhak membatalkan KPR ini, kok!